Pada tanggal 25 September 2024, Wuling Motors secara resmi memperkenalkan varian terbaru dari mobil listrik kompak mereka, yaitu Air ev Lite Long Range, dalam ajang pameran otomotif besar yaitu GIIAS The Series 2024 yang berlangsung di Bandung. Bagikan Berita+4Wuling+4TIMES Indonesia+4
Pameran (25–29 September) yang digelar di kota Bandung ini menjadi panggung penting bagi Wuling untuk menghadirkan inovasi mobil listrik yang semakin terjangkau dan praktis bagi pasar Indonesia. Wuling+1
1. Alasan dan Strategi Peluncuran
Wuling menargetkan segmen konsumen yang mencari kendaraan listrik (EV) dengan harga terjangkau namun memiliki fitur cukup dan jarak tempuh yang memadai untuk aktivitas sehari-hari. Dalam rilisnya, Wuling mengemukakan bahwa varian Air ev Lite Long Range hadir “untuk menjawab kebutuhan mobilitas konsumen akan EV yang praktis dengan jarak tempuh yang lebih” dan dengan “harga yang terjangkau”. Wuling+1
Dengan meluncurkan varian ini di Bandung — yang merupakan kota besar dengan pola mobilitas aktif — Wuling membuktikan bahwa mereka tidak hanya fokus pasar Jakarta namun juga daerah-daerah strategis di luar Ibu Kota.
2. Spesifikasi Utama Varian Baru
Beberapa poin penting dari varian Air ev Lite Long Range yang diperkenalkan:
- Jarak tempuh hingga 300 km per pengisian daya. Wuling+2Wuling+2
- Ditenagai baterai lithium ferro-phosphate (LFP) berkapasitas 26,7 kWh yang cukup untuk pengguna harian. TIMES Indonesia
- Motor listrik dengan daya 30 kW dan torsi 110 Nm, menjanjikan akselerasi yang halus dan responsif. Bagikan Berita
- Rating proteksi IP67 untuk baterai, artinya tahan air dan debu dalam standar tertentu, menunjang keamanan penggunaan. Wuling+1
- Fitur keselamatan meliputi airbag pengemudi, ABS, EBD, TPMS (monitoring tekanan ban), serta struktur bodi dari baja kekuatan tinggi. TIMES Indonesia+1
- Fitur kenyamanan dan kontrol seperti layar TFT 7 inci full-colour, rotary gear selector, dan 3 mode berkendara: Normal, Sport, Eco. Wuling+1
3. Harga dan Program Promosi
Varian ini dibanderol di wilayah Bandung dengan harga Rp 194 juta (termasuk insentif PPN) untuk versi Long Range. Wuling+1
Lebih dari itu, Wuling memberikan berbagai paket kemudahan untuk konsumen seperti:
- Garansi komponen inti EV seumur hidup (lifetime core component warranty) untuk pembelian varian EV ABC Stories termasuk Air ev series. Wuling+1
- Maintenance gratis (“Extensive Free Maintenance”) berupa gratis jasa dan part untuk 16 kali servis berkala sesuai buku servis. TIMES Indonesia+1
- Voucher listrik gratis senilai Rp 2 juta untuk 1 tahun khusus pembelian Air ev series. Bagikan Berita+1
- Promo khusus selama pameran termasuk e-wallet, smartwatch, emas, voucher belanja hingga Rp 2 juta, serta bunga 0% hingga 2 tahun untuk varian tertentu. tugubandung.id+1
4. Relevansi untuk Pasar Indonesia
Peluncuran varian ini datang pada saat pasar mobil listrik di Indonesia semakin berkembang — baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun kesadaran konsumen. Kehadiran mobil listrik yang lebih terjangkau menjadi salah satu kunci untuk penetrasi yang lebih luas di segmen publik dan harian.
Dengan jarak tempuh hingga 300 km, Air ev Lite Long Range mengurangi kekhawatiran “angker” mobil listrik seperti jarak tempuh yang terbatas atau kurang cocok untuk kegiatan harian. Ditambah harga di bawah Rp 200 juta, menjadikannya opsi yang cukup kompetitif untuk segmen urban.
Khusus di Bandung dan Jawa Barat, dimana mobilitas masyarakat cukup aktif tetapi infrastrukturnya mungkin belum sekuat wilayah ibu kota, produk kompak dan praktis seperti ini punya potensi signifikan. Selain itu, compact size juga memudahkan parkir di area kota dan pemakaian harian.
5. Tantangan & Catatan Penting
Meski hadir dengan banyak keunggulan, ada beberapa hal yang tetap perlu menjadi perhatian bagi konsumen:
- Infrastruktur pengisian daya EV di Indonesia masih dalam tahap pengembangan — konsumen harus memastikan akses ke charging baik di rumah maupun fasilitas umum.
- Harga di Bandung dipatok di Rp 194 juta — konsumen di wilayah lain mungkin berbeda harga karena insentif atau wilayah.
- Meski “terjangkau”, harga ini masih relatif tinggi dibanding mobil konvensional kelas bawah; jadi adopsi massal masih butuh edukasi dan insentif lebih.
- Akurasi jarak tempuh dan performa dalam kondisi nyata (kemacetan kota, cuaca, beban penumpang) akan menjadi pembuktian bagi konsumen.